Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang
Cerita Dewasa

Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang

Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang Bencana Dinas Di Semarang-MayaMaya ialah salah seorang manager pada unsur Treasury di suatu bank asing. Maya berumur 28 tahun, dia ialah seorang Sunda yang berasal dari wilayah Bogor. Maya sudah bersuami dan memiliki seorang anak yang baru berumur 7 tahun. Tubuh Maya apat disebutkan kurus dengan tinggi badan tidak cukup lebih 163 cm, dengan berat badannya tidak cukup lebih 49 kg. Buah dadanya berukuran kecil namun padat, pinggangnya paling ramping dengan unsur perut yang datar.

 

Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang

Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang

Kulitnya kuning langsat dengan raut muka yang manis.Setibanya di Semarang, sesudah check in di hotel mereka langsung mengadakan trafik pada sejumlah nasabah, yang dilaksanakan sampai dengan setelah santap malam. Setelah berlalu berurusan dengan nasabah, mereka pulang ke hotel, dimana Herman dan Luna melanjutkan acara mereka dengan duduk-duduk di bar hotel sambil membual dan minum-minum. Maya pada tadinya diajak juga, tapi sebab merasa paling lelah, dan di samping itu ia pun merasa tidak enak mengganggu mereka, maka ia lebih dulu pulang ke kamar hotel guna tidur.Menjelang tengah malam, Maya tiba-tiba terbangun dari tidurnya, urusan ini diakibatkan karena ia merasa lokasi tidurnya bergerak-gerak dan tersiar suara-suara aneh. Dengan perlahan-lahan Maya membuka matanya guna mengintip apa yang terjadi. Hatinya terkesiap menyaksikan Herman dan Luna sedang bergumul. Keduanya berada dalam suasana polos sama sekali.Luna yang bertubuh kecil itu, sedang sedang di atas Herman laksana layaknya seseorang yang sedang menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turun dengan cepat. Dari mulutnya tersiar suara mendesis yang tertahan,“Ssshhh…, sshhh…”, sebab mungkin fobia membangunkan Maya.Kedua tangan Herman sedang meremas-remas kedua buah dada Luna yang kecil namun padat mengandung itu. Maya paling panik dan berada dalam posisi yang serba salah. Jadi dia hanya dapat terus berlagak laksana sedang tidur. Maya menginginkan mereka cepat berlalu dan Herman segera pulang ke kamarnya.

Besok dia bakal menegur Luna supaya tidak mengerjakan hal seperti tersebut lagi di kamar mereka. Seharusnya mereka bisa melakukan urusan tersebut di kamar Herman sehingga mereka bisa melakukannya dengan bebas tanpa terganggu oleh siapa pun. Dari bau whisky yang tercium, rupanya dua-duanya masih berada dalam suasana mabuk. Maya berjuang keras guna dapat istirahat kembali, walaupun sebetulnya ia merasa paling terganggu dengan gerakan dan suara-suara yang dimunculkan oleh mereka.Pada ketika Maya mulai terlelap, tiba-tiba ia menikmati sesuatu sedang merayap pada unsur pahanya. Maya paling terkejut dan tubuhnya mengejang, sebab pada ketika dia perhatikan, ternyata tangan kanan Herman sedang mengupayakan untuk mengusap-ngusap kedua pahanya yang masih tertutup selimut. Maya berpura-pura masih terlelap dan mengupayakan mengintip apa yang sebetulnya sedang terjadi. Rupanya permainan Herman dan Luna sudah berlalu dan Luna dalam suasana kelelahan serta merasakan kepuasan yang baru dinikmatinya, telah tergolek tidur.Herman yang masih berada dalam suasana polos dengan posisi badan separuh tidur disamping Maya, seraya bertumpu pada siku-siku tangan kiri, tangan kanannya sedang berjuang menyingkap selimut yang digunakan Maya. Maya menjadi paling panik, pada tadinya dia bakal bangun dan menegur Herman guna menghentikan perbuatannya, akan namun di pihak beda dia merasa tidak enak sebab pasti akan menciptakan Herman malu, sebab dipikirnya Herman melakukan urusan tersebut lebih diakibatkan karena Herman masih berada dalam suasana mabuk.

Baca Juga : Cerita Bokep : Anak Smp Punya Cerita Yang Enak

Akhirnya Maya menyimpulkan untuk tetap berpura-pura istirahat dengan asa Herman bakal menghentikan kegiatannya itu.Akan namun harapannya tersebut ternyata percuma belaka, bahkan secara perlahan-lahan Herman bangkit dan duduk di samping Maya. Tangannya menyingkap selimut yang menutupi tubuh Maya dengan perlahan-lahan dan dari mulutnya menggumam perlahan,“Psssttt sayang, ayo kubantu merasakan sesuatu yang baru…, nih.., kubantu mencungkil celana dalammu…, nggak baik bila tidur gunakan celana dalam”, seraya tangannya yang awalnya mengelus-elus unsur atas paha Maya bergerak naik dan memegang tepi celana dalam Maya, lantas menariknya dengan perlahan-lahan ke bawah meluncur salah satu kedua kaki Maya.Bencana Dinas Di Semarang2Badan Maya menjadi kaku dan dia tidak tahu me sti melakukan bagaimana. Maya seakan-akan pulang menjadi patung, pikirannya menjadi gelap dan matanya dirasakannya berkunang-kunang. Herman menyaksikan kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tidak terlampau lebat salah satu paha atas Maya. Jari-jari Herman membuka satu persatu kancing daster Maya, seraya tangannya bergerak terus ke atas dan kini ia menyingkapkan semua selimut yang menutupi tubuh Maya, sampai-sampai terlihatlah payudara Maya yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua.Sekarang Maya tergolek dengan tubuhnya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang dan pantat yang sarat berisi, serta buah dada yang kecil padat dan belahan salah satu paha atas yang membukit kecil, benar-benar sangat memicu nafsu birahi Herman. Herman telah tidak sanggup menyangga nafsunya, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Luna, kini bangkit lagi, tegang dan siap tempur.Sejak saat tersebut Herman bertekad guna tidak akan melepaskan Maya. Ia terlampau berharga guna di biarkan, Herman akan merasakan tubuh Maya berulang-ulang pada malam ini. Kemolekan tubuh Maya terlampau sayang untuk ditabung oleh Maya sendiri pikir Herman. Herman mendorong tubuh Maya dan mulai meremas-remas payudara Maya yang sudah terbuka itu,

“Dengerin sayang, anda akan saya ajarin merasakan sesuatu yang nikmat, asal anda baik-baik nurutin apa yang bakal saya tunjukkan”.Kesadaran Maya mulai pulang secara perlahan-lahan dan dengan tubuh gemetar Maya perlahan-lahan membuka matanya dan menyimak Herman yang sedang merangkak di atasnya. Maya mengupayakan mendorong badan Herman seraya berkata,“Herman, apa yang sedang kau kerjakan ini?”, “Sadarlah Herman, aku khan telah bersuami, tidak boleh kau teruskan perbuatanmu ini!”. Karena memandang Herman berada dalam suasana mabuk, Maya mencoba merayu dan menggugah kesadaran Herman.Akan namun Herman yang telah paling terangsang menyaksikan tubuh Maya yang molek halus mulus dan bugil di depan matanya mana inginkan mengerti, lagipula penisnya sudah dalam suasana sangat tegang.“Gila! Cakep banget! Lihat buah dadamu, padat banget. Cocok sama seleraku! Kamu emang pinter mengawal tubuhmu, sayang!”, kata Herman sambil mengurangi tubuhnya ke tubuh Maya.
Maya berjuang bangun berdiri, akan namun tidak dapat dan dia tidak berani terlalu beraksi kasar, sebab takut Herman akan menjawab berlaku kasar padanya.
Sedangkan dalam posisinya tersebut saja ia telah tidak terdapat lagi bisa jadi untuk lari.

Sambil menjilat bibirnya Herman berbaring di sisi Maya.“Lin, lebih baik anda mengikuti kemauanku dengan manis, bila tidak saya bakal maksa anda dan saya perkosa anda habis-habisan. Kalau anda nurutin, anda akan merasakan kesenangan dan tidak bakal sakit”. Lalu tangannya ditangkupkan di buah dada Maya, seraya meremas-remasnya dengan paling bernafsu, sambil menikmati kehalusan dan kepadatan buah dada Maya. “Bodi anda oke banget!”, kata Herman. “Coba anda berputar Maya!”. Perlahan-lahan dengan perasaan yang putus harapan Maya berputar membelakangi Herman. Dan dirasakanya tangan Herman kini ada di pantatnya meremas dan meraba-raba.Kemudian Herman menyibakkan rambut Maya, dan dihirupnya leher Maya dengan hidungnya sedangkan lidahnya mencari leher Maya. Sambil melakukan urusan tersebut tangan Herman beralih menuju kemaluan Maya. Pada unsur yang membukit itu, tangannya bermain-main, mengelus-elus dan menekan-nekan, seraya berkata,“Kasihan kamu, Maya, tentu suami anda tidak tahu teknik membahagiakan kamu?”,
“Tapi tenang aja sayang, dengan saya, anda nggak bakalan dapat lupa seumur hidup, anda bakalan menikmati bagaimana menjadi wLuna sejati!”. Sambil memutar pulang tubuh Maya.

Setelah tersebut Herman memungut tangan Maya dan meletakkannya di kemaluannya yang telah paling tegang itu.Ketika menikmati tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, tubuh Maya tersentak, belum sempat Maya dapat beranggapan dengan jelas, terasa badannya sudah ditelentangkan oleh Herman dan dengan cepat Herman sudah berjongkok salah satu kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang dampak tekanan lutut Herman. Dengan sebelah tangannya membimbing penisnya yang besar, Herman kemudian menempelkan ujung penisnya ke bibir vagina Maya,“Apa anda mau saya masukin itu?”,
“Aaahhh…, jangaaann…, jaaangaaann……”, Maya dengan suara mengiba-iba masih berjuang mencoba merintangi niat Herman.
Maya mengupayakan mengeser pinggulnya ke samping, berjuang menghindari penis Herman supaya tidak bisa menerobos masuk ke dalam liang kewLunaannya.
Sambil tersenyum Herman berbicara lagi,

Baca Juga : Cerita Dewasa : Memuaskan Nyonya Besar Nafsu Banget

“Kamu tidak bisa kemana-mana lagi, lebih baik anda diam-diam saja dan merasakan permainan saya ini..!”. Herman kemudian memajukan pinggulnya dengan cepat dan mengurangi ke bawah, sampai-sampai penis besarnya yang sudah menempel pada bibir kemaluan Maya dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina Maya dengan tanpa dapat dirintangi lagi.
Testis Herman mengayun-ayun menampar unsur bawah vagina Maya, sedangkan Maya terengah-engah karena desakan keras Herman.Maya belum pernah menikmati saat laksana ini, masing-masing bagian tubuhnya serasa paling sensitif terhadap rangsangan. Buah dadanya terangsang ketika ditindih oleh dada Herman. Dirinya telah lupa bila sedang diperkosa, ia tidak peduli pada tubuh besar Herman yang sedang bergerak naik turun menindih tubuhnya yang langsing. Maya mulai menikmati suatu sensasi kesenangan yang menggelitik di unsur bawah tubuhnya, vaginanya yang sudah terisi oleh penis besar dan panjang kepunyaan Herman, terasa menggelitik dan menyebar ke semua tubuhnya, sampai-sampai Maya hanya dapat menggeliat-geliat dan mendesis serupa orang kepedasan.Maya hanya berjuang menikmati semua rasa nikmat yang dialami tubuhnya. Sekarang Maya mengupayakan untuk berjuang aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengekor irama gerakan Herman di atasnya. Herman menyaksikan Maya mengerang, mengerang dan mengejang masing-masing kali ia bergerak.

Dan Maya telah mulai terbiasa mengekor gerakannya. Herman menikmati tangan Maya merangkul erat pada punggung bawahnya mengelus-elus ke bawah dan meremas-remas pantatnya serta menariknya ke depan supaya semakin merapat pada tubuh Maya. Herman terus menggosok-gosokkan penisnya pada klitoris Maya.Herman sekarang hendak membuat Maya orgasme terlebih dahulu. Maya semakin terangsang dan tak terkendali lagi masing-masing kali unsur tubuhnya bergerak mengekor tekanan dan sodokan Herman, kini wajahnya tenggelam di dada bidang Herman, mulutnya terengah-engah seperti ikan kandas di pasir, dengan perlahan-lahan mulutnya bergeser pada dada Bossnya dan seraya terus menjilat kesudahannya tiba pada puting susu Herman.Sekarang Maya secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting susu Herman, sampai-sampai badan Herman mulai bergetar pun saking merasa nikmatnya. Penis Herman terasa semakin keras, sampai-sampai Herman semakin buas saja menggerakkan pantatnya mengurangi pinggul Maya dalam-dalam. Maya menikmati vaginanya berkontraksi, sambil berjuang menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik semua dinding liang kemaluannya dan menjalar ke semua tubuhnya.

Perasaan tersebut makin lama kian kuat menguasainya sehingga seolah-olah menutupi kesadarannya dan membawanya melayang-layang dalam kesenangan yang tidak pernah dialaminya sekitar ini dan tidak bisa dilukiskan ataupun diuraikan dengan kata-kata. Kenikmatan yang dirasakan Maya terlukis pada gerakan tubuhnya yang meronta-ronta binal tanpa terkendali laksana ikan yang menggelepar-gelepar kandas di pasir. Desahan panjang sarat kenikmatan terbit dari mulutnya yang mungil,

“Ooohhhh…., aagghh…, adduhhh..!”.Bencana Dinas Di Semarang3Kedua pahanya mMayagkari pantat Herman dan dengan kuat mengapit serta mengurangi ke bawah, disertai tubuhnya yang mengejang dan kedua tangannya memegang erat alas lokasi tidur dengan kuat, benar-benar sebuah orgasme yang dahsyat sudah melanda Maya. Herman menikmati penisnya terjepit dengan powerful oleh dinding kemaluan Maya yang berdenyut-denyut disertai isapan powerful seakan-akan berkeinginan menelan batang penisnya. Terasa benar jepitan dinding vagina Maya dan di ujung sana terasa terdapat “tembok” yang membelai kepala penisnya.Setelah beristirahat sejenak dan menyaksikan Maya telah agak tenang, Herman mulai memompa lagi. Pompaan Herman kali ini segera dijawab oleh Maya, pinggulnya bergerak-gerak “aneh” namun efeknya luar biasa. Penis Herman serasa dilumat dari pangkal hingga kepalanya. Lalu masih diperbanyak dengan variasi, saat pinggul Maya berhenti dari gerakan mengherankan itu, tiba-tiba Herman menikmati penisnya terjepit dengan powerful dan dinding-dinding kemaluan Maya berdenyut-denyut secara teratur, selama 4-5 kali denyut menjepit, baru lantas bergoyang mengherankan lagi.

Wah, sebuah sensasi melanda perasaan Herman, sebuah hubungan kelamin yang belum pernah dinikmatinya dengan wLuna manapun pun selama ini. Menyesal Herman sebab tidak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan mengherankan di dalam liang kemaluan Maya kian bervariasi. Terkadang Herman justeru meminta Maya berhenti bergoyang guna sekedar unik nafas panjang. Lumatan dinding kemaluan Maya pada penis Herman membuatnya geli-geli dan serasa bakal ‘meledak’.Herman tidak hendak cepat-cepat sampai, sebab masih hendak menikmati
“elusan” vagina Maya. Tetapi gerakan-gerakan di dalam liang kewLunaan Maya semakin menggila dan semakin liar.Hingga kesudahannya Herman me sti menyerah, tak dapat menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya, semakin cepat Herman bergerak mengimbangi goyangan pinggul Maya, semakin terasa pula rangsangan yang bakal meletupkan lahar panas yang sedang mengarah ke klimaks, memanjat puncak, saat-saat yang sangat nikmat. Dan akhirnya, pada tusukan yang terdalam, Herman menyemprotkan maninya kuat-kuat di dalam liang kewLunaan Maya, seraya mengejang, melayang, bergetar. Pada detik-detik ketika Herman melayang tadi, tiba-tiba kaki Maya yang pada tadinya mengangkang, diangkatnya dan mengapit pinggul Herman kuat-kuat. Amat paling kuat.Lalu tubuhnya ikut mengejang sejumlah detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi dan lagi…, Maya juga tidak mampu menahan desakan orgasme yang melandanya lagi,

Cerita Dewasa : Musibah Dinas Di Kota Semarang

punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliak-beliak, serta borongan tubuhnya bergetar dengan hebat tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kesenangan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Maya.“Maaannn, aduuuh, Maaannn, aahhhhh…, aaduuhh…, nikmaaatt.., Mann….!”.Herman tersenyum puas menyaksikan tubuh Maya terguncang-guncang sebab orgasme sekitar 15 detik tanpa henti-hentinya. Kemudian tangan Maya dengan eratnya mengurangi pantat Herman ke arah selangkangannya seraya kakinya menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Herman juga terus menggerakkan penisnya guna menggosok klitoris Maya. Setelah orgasmenya selesai, tubuh Maya langsung terkulai lemas tak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan dan kakinya terbentang melebar ke kiri kanan. Maya merasa bagian-bagian tubuhnya seolah terlepas dan badannya tidak bisa digerakkan sama sekali.Setelah gelombang dahsyat kesenangan yang melandanya surut, Maya pulang ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah tindihan badan kekar pria bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja menyerahkan kepuasan yang tiada tara padanya. Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya, bagaimana dia dapat begitu mudah ditaklukkan oleh pria tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir terbit dan Maya mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Maya, Herman mengupayakan membujuknya dengan menyerahkan berbagai dalil antara lain sebab ia terlalu tidak sedikit minum sampai-sampai tidak bisa mengontrol dirinya.Sambil merayu dan mengelus-elus rambut Maya dengan perlahan-lahan penisnya mulai tegang lagi dan dengan halus penisnya yang memang sudah berada tepat di depan kemaluan Maya ditekan perlahan-lahan supaya masuk ke dalam kewLunaan Maya. Pada saat menikmati penis Herman mulai menerobos masuk ke dalam kewLunaannya,

Maya bereaksi tidak banyak dengan mengupayakan memberontak lemah tapi kesudahannya diam pasrah dan tidak mempedulikan penis besar itu masuk sepenuhnya ke dalam liang kewLunaannya.Dengan perlahan-lahan Herman menggerakkan badannya naik-turun, sampai-sampai lama-kelamaan tubuh Maya mulai terangsang pulang dan bereaksi, dan pergumulan kedua manusia tersebut semakin lama semakin seru memanjat puncak kepuasan dan kenikmatan, terlupa bakal segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut sepanjang malam dan baru berhenti menjelang fajar menyingsing keesokan harinya.Pukul 10 pagi dua-duanya baru terbangun dan tampak Luna sudah berpakaian rapi, sedang merasakan sarapan paginya seraya mengerling ke arah mereka dengan senyum-senyum rahasia. Pada awalnya Maya merasa paling malu terhadap Luna, tapi menyaksikan reaksi Luna yang laksana itu, seakan-akan menyuruh bersekutu, kesudahannya Maya menjadi terbiasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *